Apabila menggemari produk kecantikan dan suplemen kesehatan, kita mungkin sering mendengar kata kolagen. Namun, sudahkah Anda memahami dengan baik apa itu kolagen? Apakah suplemen kolagen aman untuk dikonsumsi?Apa itu kolagen?
Kolagen adalah jenis protein terbesar pada tubuh yang terbuat dari asam amino, bersifat keras, dan tidak larut di air. Kolagen membentuk sepertiga protein pada tubuh manusia.
Banyak tersebar di tubuh, kolagen adalah salah satu zat pembangun utama tulang, kulit, tendon, dan ligamen. Kolagen juga terdapat di bagian tubuh lain, termasuk pembuluh darah, kornea, dan gigi.
Kita dapat menganalogikan kolagen seperti sebuah lem yang berperan untuk mengaitkan dua benda. Memang pada faktanya, kata “collagen” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “kólla” yang berarti lem.
Tubuh secara alami memproduksi kolagen. Meski demikian, Anda tetap bisa mengonsumsi kolagen dalam bentuk suplemen maupun injeksi.
Peran kolagen alami di dalam tubuh
Setidaknya, terdapat 28 jenis kolagen. Yang paling utama dari 16 tipe tersebut yakni tipe 1, tipe 2, tipe 3, dan tipe 4.
Kolagen adalah protein penting untuk tubuh, dan berikut ini peran dan pentingnya 4 tipe kolagen yang utama tersebut.
Tipe 1: Jenis kolagen ini membentuk 90% dari kolagen alami, dan terbuat dari serat yang padat. Kolagen tipe 1 memberikan struktur pada kulit, tulang, tendon, tulang rawan, jaringan ikat, dan gigi.
Tipe 2: Kolagen tipe 2 terbuat dari serat yang lebih longgar. Tipe ini ditemukan pada tulang rawan elastis, yang berperan sebagai bantalan sendi.
Tipe 3: Kolagen tipe ini mendukung struktur otot, berbagai organ tubuh, dan pembuluh darah.
Tipe 4: Kolagen tipe 4 yang ditemukan di lapisan kulit ini, membantu ginjal menyaring racun
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen semakin menurun. Begitu pula dengan kualitasnya. Maka tak heran, orang yang memasuki usia lanjut cenderung mengalami pengeriputan pada kulit.
Nutrisi yang meningkatkan produksi kolagen alami
Semua kolagen di tubuh dimulai sebagai prokolagen. Tubuh memproduksi prokolagen dengan menggabungkan dua asam amino, yang disebut dengan glisin dan prolin. Proses pembuatan prokolagen tersebut melibatkan vitamin C.
Agar produksi kolagen dapat meningkat, kita bisa membantu tubuh dengan mengonsumsi vitamin C, glisin, dan prolin. Berikut ini sumber tiga nutrisi tersebut.
Vitamin C dapat Anda temukan pada jeruk, paprika, dan stroberi.
Prolin terkandung tinggi dalam putih telur, gandum, produk susu, kol, asparagus dan jamur.
Glisin. Zat ini bisa Anda temukan pada kulit babi, kulit ayam dan gelatin. Glisin juga bisa Anda dapatkan dari makanan yang mengandung protein tinggi.
Di luar vitamin C, prolin, dan glisin, kita juga dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin dan mineral berikut ini.
Mineral tembaga, yang bisa dapatkan dengan mengonsumsi kerang, kacang-kacangan, dan daging merah
Antosianin, yang terkandung dalam buah-buah beri, seperti raspberi, bluberi, blackberry, dan di buah ceri.
Vitamin A, yang terdapat pada salmon, produk olahan susu, telur, ikan, wortel, tomat, dan sayuran hijau
Selain itu, tubuh juga membutuhkan protein berkualitas tinggi yang mengandung asam amino untuk menghasilkan protein baru. Agar tubuh mendapatkan asam amino, Anda bisa mengonsumsi daging, hidangan laut, susu, kacang-kacangan, dan tahu.
Tidak hanya itu, cilantro (daun ketumbar) juga bisa membantu tubuh untuk meningkatkan produksi kolagen. Sebab, cilantro mengandung vitamin C yang dipercaya dapat merangsang tubuh memproduksi kolagen.
Menurut sebuah riset, cilantro juga mengandung asam linolenat, yakni senyawa anti-penuaan (anti-aging) yang baik untuk kulit.
Selain cilantro, rempah-rempahan lain yang juga bisa dikonsumsi sebagai cara meningkatkan kolagen ialah ginseng. Menurut sebuah studi, ginseng juga mampu merangsang tubuh untuk memproduksi kolagen.
Mau coba yang lebih praktis dan lebih hemat tentang manfaat produk produk Aluraa , yuk cari infonya dengan menghubungi kami di 085293777794 dengan ibu Uswah
